Ada satu hal yang merisaukan hati Bu Tati. Jaka, anak sulungnya, meskipun usianya sudah kepala “3″, belum kelihatan tanda-tanda mau berumah tangga. Kalau ditanya, dia selalu menjawab sambil bercanda. Tidak pernah serius. Padahal dia sudah mapan, sudah punya rumah sendiri, yang sekarang dikontrakkan. Jaka memang pekerja keras. Itu mungkin karena sejak SMP Jaka sudah ditinggal mati ayahnya. Jadi, dia mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Karena kegigihannya, dia berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu sambil bekerja.
Minggu, 25 Oktober 2009
Sabtu, 24 Oktober 2009
Nikah Membawa Berkah
Imam tiga pekan lagi menikah. Tapi, dia sama sekali tidak punya uang untuk persiapan menyambut hari bahagia itu. Padahal, dia sudah berjanji kepada calon mertuanya akan membantu biaya resepsi sederhana sekadarnya. Objekannya gagal meskipun dia sudah menerima uang muka. Untung uang muka itu tidak diambil lagi oleh kliennya. Proyek dengan sebuah lembaga kursus untuk membuat kaus juga gagal.
Jumat, 23 Oktober 2009
Tentang Saya
Bukanlah siapa-siapa, hanya berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak minimal untuk diri sendiri. Coba berbagi pengalaman, informasi dan mungkin fasilitas yang mungkin tidak berarti namun tetap berharap setitik manfaat ini dapat dirasakan oleh orang banyak.
Lahir di Jakarta dengan nama Kurnia Ramadhan dari rahim seorang ibu yang berdarah Jawa, Sunda, Betawi. Ayahnya berdarah Pakistan, Melayu dan Bugis. Bhinneka Tunggal Ika deh, ada banyak suku di darah merah ini.
Lahir di Jakarta dengan nama Kurnia Ramadhan dari rahim seorang ibu yang berdarah Jawa, Sunda, Betawi. Ayahnya berdarah Pakistan, Melayu dan Bugis. Bhinneka Tunggal Ika deh, ada banyak suku di darah merah ini.
Langgan:
Entri (Atom)





